Firasat Penulis untuk Pemilu PILPRESS 2009

25 06 2009

“Waktu pertama jadi menteri perdagangan, pelat nomor saya B 21, lalu jadi menko kesra B 12, setelah jadi wapres B 2 (RI 2), tinggal B 1 (RI 1) saja yang belum,” kata Kalla diiringi tawa dan tepuk tangan dari semua orang yang hadir di lantai 6 Gedung Kompas Gramedia. “Jadi hidup saya begitu, tinggal dibolak-balik saja,”

dari 3 calon yang telah ditetapkan oleh KPU, 1. Mega-prabowo, 2. SBY-Budiono, 3. JK-Wiranto, entah dari mana antah berantah hatinuran yang paling dalam selalu saja meneriakkan agar mendukung calon dengan nomor urut 3. JK-Wiranto. ini bukan menvonis diri ataupun meramal, sepanjang perjalanan hidup penulis, pilihan yang selalu benar di dalam kehidupan itu adalah pilihan yang disuaran oleh hati nurani. sudah beberapa kali penulis bertemu dan mengalami hal yang berhubungan dengan “suara hati”.

mungkin penulis sedikit flash back. beberapa tahun yang lalu, di tempat asalku, Kabupaten Dompu Provinsi NTB masih rame-ramenya yang namanya Togel, tidak seperti sekarang ini yang sudah diswiping dan dimasukin Bui oleh Aparat. jadi ceritanya Bapak , selanjutnya disebut UMA (UMA = Bapak/Ayah) penulis ini ikut dalam lingkaran Togel karena di rumah keluarga saat silahturrahmi yang jaraknya sekitar 1 Km dari kediaman kami sangat ramai memasang togel. Uma penulis sebenarnya tidak bermain dengan yang namanya togel ini, jadi hanya iseng-iseng saja saat itu beliau ikut masang. sebelum memasang, Uma penulis ini bertanya pada penulis nomor berapa yang mau dipasang. penulis yang masih duduk dibangku SD ini dengan entah darimana datangnya bisikan angka 22, yang langsung penulis utarakan kepada Uma. angka 22 sebelumnya telah disebutkan oleh saudara sepupu penulis yang juga ikut masang, dari daftarnya itulah 22 muncul dan terngiung dihati. singkat cerita, Uma sudah memasang togel, tanpa penulis ketahui nomor yang Uma pasang itu berapa. dan Uma langsung bergegas pergi ketika penulis menyampaikan dan menyuarakan untuk memasang angka 22. sore haripun tiba. pengumuman hasil togel yang ditunggu-tunggu banyak orangpun keluar. ada rekan yang ikut bermain yang menyuarakan angka yang keluar dari bandar, dan angka yang keluar adalah adalah 22 untuk 2digit, sedangkan 4 digitnya penulis lupa. ternyata dan ternyata, Uma tidak memasang angka 22 yang penulis sampaikan tadi. sirnalah dan rasa kecewa Uma karena tidak memasukkan angka 22 di daftar yang ia pasang. begitu juga dengan sepupu peulis yang tadi memiliki hasil analisis atau hitung-hitungan angka yang keluar tidak memasang angka 22.

selain itu, banyak lagi suara hati yang menyerukan kepada jalan kebenaran dalam kehidupan penulis. untuk PILPRES ini, dan lagi-lagi entah bagaimana munculnya, energi yang dipancarkan calon presiden JK-Wiranto ini sangat tinggi daripada calon lainnya. lebih lagi beliau (JK) memiliki firasat untuk menang dalam PILPRES kali ini. seperti yang diberitakan koran kompas, “Waktu pertama jadi menteri perdagangan, pelat nomor saya B 21, lalu jadi menko kesra B 12, setelah jadi wapres B 2 (RI 2), tinggal B 1 (RI 1) saja yang belum,” kata Kalla diiringi tawa dan tepuk tangan dari semua orang yang hadir di lantai 6 Gedung Kompas Gramedia. “Jadi hidup saya begitu, tinggal dibolak-balik saja,” ungkap JK sambil terus tersenyum lebar.

Tak berhenti sampai di situ. Keyakinannya untuk meraih kursi RI 1 pun dapat dilihat dari lokasi kantornya selama menduduki jabatan di pemerintahan. Menurutnya, saat pertama kali menjadi menteri, ia memegang jabatan sebagai menteri perdagangan yang berkantor di Jalan Medan Merdeka Timur, depan Stasiun Gambir.

Lalu, pada kesempatan selanjutnya, ia mendapat kepercayaan menjadi menteri koordinator kesejahteraan rakyat yang kantornya berdiri di Jalan Medan Merdeka Barat. Saat ini, ketika menjalani tugas sebagai wakil presiden, Kalla berkantor di Jalan Medan Merdeka Selatan. “Jadi setelah ini, tinggal Medan Merdeka Utara yang belum,” ujarnya sambil kembali tertawa.

Di Jalan Medan Merdeka Utara, berdiri Istana Merdeka yang kini menjadi kediaman dinas Presiden RI, yang kini sedang dikejar oleh Kalla. “Jadi semua sudah terlihat,” katanya sambil terus bercanda.

dan tidak salah lagi, di hari Pemilihan Presiden, penulis memilih JK-Wiranto dari calon lainnya. dan kita liat saja bagaimana hasil dari pertempuran antara 3 calon ini. apakah “Suara Hati” penulis benar llagi???? :D kita tunggu saja!





Dibalik Sebuah Nama Syekh-Syekh Jama Dulu

5 01 2009

Syekh Abdulgani Bima (Al-Bimawi).

sangat menarik, tulisan yang dikutip dari sebuah majalah dari halaman seorang saudara di tanah Etnis Mbojo.

Syekh Abdulgani Bima –> baru kali ini saya membaca ttg beliau, sebelumnya saya mendengar dari sesepuh disini (Jogja) bahwa beliau sangat berpengaruh didunia internasional, beliau dikenal luas ditanah arab, sebagai salah satu syekh terkenal. semua kiai-kiai yang mendirikan pondok pesantren yang ada ditanah jawa ini, merupakan anak didik beliau sewaktu ditanah arab. tutur H. Abdul Malik saat perayaan memperingati hari raya Idul Adha IKPMD-Yogyakarta di Asrama Dompu Yogya, kebetulan saya hadir sebagai Ketua IKPMD – Yogyakarta(agak narsisi :) ). lebih lagi, beliau itu asalnya bukan dari Bima (karena namanya bima)! kenal Ruma Sehe yang didompu??? Ruma Sehe (Sehe=Syekh) salah satu keturunannya.

kenapa dikenal dengan nama Bima dibelakang nama Beliau???? kerena zaman dulu Dompu tidak memiliki pelabuhan seperti Bima. orang dulu cenderung mengenal nama daerah dilihat dari daerah yang memiliki pelabuhan. seperti syekh yang ada di Lombok, yang namanya saya lupa tapi dibelakangnya ada Ampenan-nya, sebenarnya orang Pancor, lombok timur, tapi karena dilombok ada pelabuhan Ampenan, maka dikenalah beliau dengan nama belakangnya ampenan. seperti halnya beliau Syekh Abdulgani Bima. 

zaman dulu peran sebuah pelabuhan sangat besar, karena jalur lalu-lalang, lintang-melintang para saudagar Arab yang membawa Islam sampai ke tanah air. Sampai sekarang Dompu masih saja bergelut dengan ketidak berdayaan fasilitas transportasi, jalan raya aja masih banyak yang bolong-bolong (saat saya pulang lebaran kemaren!), apalagi untuk sebuah pelabuhan ramai seperti di Bima.

tulisan ini, sebenarnya panjang. tulisan yang sedang saya garap saya coba mengumpulkannya moga-moga kelak bisa berguna! :)