ABDW HMJTI AKAKOM……

“ Jangan Takut, ada kaka’mu yang handle dari belakang”

sepatah kata yang mungkin dapat untuk menolong disaat komputer ga ada, jadwal Semester Pendek padat,ngerjain tugas ga tau kemana, ngerjain laporan mondar-mandir sana-sini, update situsku telat berbulan-bulan, dan lain sebagainnya. Ternyata kenyaataannya Omong Kosong semua, kata-kata diatas aku masih ingat bener, dengan sajak hiperbolanya membuat aku serasa bangun dari tidur panjang. Semangat bergelora seraya masalah berada didepan. Walaupun ini tugas dan tanggung jawab, aku nggak mau kehilangan kewajibanku sebagai mahasiswa, mahasiswa yang belajar dan terus belajar, meskipun ungkapan yang sering aku jadikan pedoman “Bukankah Pendidikan Terbaik itu adlh kehidupan itu sendiri??” aku lupakan. Bukannya mahasiswa yang menghabiskan masa mudannya berada didalam kelas. Setiap orang punya impian, dan aku mempunyai rencana sendiri untuk itu.

Setiap orang memiliki impiannya masing-masing, dan para “pemimpin” yang dengan Sok Tahu, dengan angkuhnya mengungkapkan “Aku bisa membaca pikiranmu”. Meskipun “pemimpin” memberikan yang terbaik menurutnya! Tapi tidak denganku. Ingatlah wahai sohib, Yang terbaik bagi diriku hanyalah aku yang tau, bukan orang lain. Perasaan ini sebenarnya telah meghantuiku sebelum mengambil keputusan, entah mengapa…………..diriku ini selalu sering mengangguk dan seraya berkata “ya..,ya..,ya”.

Awalnya dengan semangat yang bergelora, tanpa menghiraukan stament-stament, kendala-kendala yang ada dan juga kendala-kendala yang akan dihadapi kedepannya, akupun melaju kencang. Hari demi hari disibukkan dengan kuliah, rapat ini-itu, ngantar jemput seseorang, dan lain sebagainya.

Dan pada harinya, dengan “senjata” sempron 2800 Mhz, 256 of RAM – Share for VGA, ditambah RAM pribadiku 256 MB jadi 512 MB. Disinilah kurasakan hentakan-hentakan kaki yang tersenyum ketika menginjak seseorang yang jatuh. Yang membalas dendam pribadi didalam pekerjaan, membuat serasa ruangan menjadi ring pertemuan antara hati yang ganas dan hati yang lemah, lembut, gemulai. Sampai akhirnya hati yang lemah, lembut dan gemulai ini, tak peduli apapun yang dilemparkan kepadanya. Disudutkan dari kawanan domba, mungkin itulah istilah yang tepat untuk digambarkan pada keadaanku saat itu.

Untuk melakukan sebagian Design, terpaksa make’ sempron 2800 Mhz, nampilin design yang ukuran A3pun harus make nunggu. Ngezooming dicorel draw masih pake error, kadang sampe frustasi ketika ngerjain pesanan para “pemimpin” yang baru bisa mimpin itu. kalo inget-inget kejadian saat itu, kadang-kadang aku jengkel. Apa boleh buat…………… Nasi terlanjur menjadi bubur.

Belum lagi beberapa masalah lainnya, dengan pemesanan yang tidak sesuai dengan harapan, mungkin sudah tanggung jawabku dari hasil “senjataku”. Aku ngak mau lari dari tanggung jawab, karena aku yang memulai, aku juga yang harus mengakhirinya. Inilah hidup, siap menghadapi apapun yang menghadang. Para “pemimpin” yang baru bisa mimpin hanya bisa mengeluarkan suara merdu dan mengaung, menunjukkan kehebatannya berbicara. Menurutku, Biasanya Omongan Seseorang Berbeda dengan Tindakannya, dan teori ini telah beberapa kali terbukti, selama aku disini.

Orang yang sudah banyak menderita dalam hidupnya, setiap tambahan penderitaan menjadi tak tertahankan sekaligus tak berarti. Saking banyaknya “jarum” yang ditancapkan kepadaku pada setiap kali pertemuan mejadi tak berarti, aku pasang muka senyum dan biasa aj, tapi kadang pasang muka bersalah. Aku didepan seperti narapidana yang diintrogasi, yang harus menjawab pertannyaan sekaligus menerima caci-maki.

Pada pertemuan tekahir, Mungkin saking seringnya aku dikatain, para “penonton” yang sering melontarkan kata-kata kepadaku menjadi malas, soalnya aku agak ngeyel gtu, kwakakakakakakak.

Sesekali para “pemimpin” memberi pujian padaku, buatku pujian itu hanyalah sindiran, yang dapatku lihat dari raut wajahnya. Katakan saja, walaupun itu sangat pahit untukku.

Waktunya tiba, segala persiapan setidaknya telah siap untuk menjalankan “operasi” ini, perasaan semangat dicampur tegang menghantuiku, dan dengan “peralatan” yang pas-pasan tentunya. Dalam waktu yang tidak sedikit, operasipun selesai. Operasi yang pertama ini (karena masih ada “operasi” ke-2) mungkin bisa dikatakan berhasil. Setelah operasi pertama selesai kamipun mengadakan “evaluasi”, pada waktu inilah para pencari kesalahan bangun, tanpa mengetahui etika yang ada, asal ceplos aja. tidak heran ada seseorang yang asal ngomong, asal perintah, yang melebihi perintah “pemimpin”. Dalam kehidupan ini. Nggak ada yang namanya “sempurna” mungkin hanya niat yang sempurna didunia ini. Seseorang yang melakukan kesalah untuk kedua kalinya, itu hanyalah pilihan yang terbaik, dari pada ia harus melakukan kesalahan yang lebih buruk dari sebelumnya, karena jalan untuk melakukan yang lebih baik telah pupus. Memang manusia bisa belajar, tapi manusia juga bisa mengalami yang namanya khilaf, membedakan mana yang baik dan buruk, hitam dan putih, tajam dan tumpul, dan lain sebagainnya. Aku bisa memberi perintah kepada “anak buahku”, tetapi mereka juga punya hak untuk menolaknya. terpaksa aku yang menerima segala yang ia lakukan. Peran “pemimpin” disini sangat besar, sehingga kesalahannya tertutupi oleh title “pemimpin”nya. Dengan wajah yang tidak bersalah iapun melangkah angkuh. Lain ceritannya kalo para “anak buah” yang melakukan kesalahan, jika ini terjadi!!! kata ‘fbfefbasj ewhergrg45f4se4few4rg4a5wer bewew’ akan keluar sendirinya dari “pemimpin” yang baru bisa mimpin ini.

Baru kali ini aku merasa tertatih menjalani hari, baru kali ini aku tidur dibwah jam 9 malam(untuk beberapa minggu ini), dan baru kali ini aku bisa tidur panjang, sedikit melupakan masalah yang ada. handphone bendering, seseorang yang kangen ama aku, tepaksa aku abaikan, saking ngantuknya pada saat itu. Dia yang ngambek, bisa tersenyum lagi ketika kami ngobrol keesokkan harinya(-red) hehehehehe.

Sabtu,ya hari sabtu. Inilah hari dimana kami para “pejuang” melakukan operasi ke-2. beberapa persoalan yang mungkin ada, kami mencoba untuk meminimalisir, berbekal pengalaman dari operasi pertama. Para “pemimpin” kembali seperti biasanya, duduk angkat kaki, tunjuk sana – tunjuk sini, noleh kiri ke kanan dan mondar-mandir sana-sini. Ditengah “operasi” para “pejuang” terbirit-birit, karena situasi dalam lapangan sangat kacau, dengan susah payah untuk menenangkannya. Dan pada akhirnya “operasi” ke-2pun selesai juga. Kembali kami mengadakan “evaluasi”. Ya…. seperti biasa, aku hanya bisa berdiri terteguk menerima sindiran, yang biasa aku terima sebelumnya……

Tinggal satu langkah lagi, aku pengen tenang saat ini. Sebut saja LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban), yang membuatku lumayan was-was, soalnya aku kadang ringan tangan untuk mengeluarkan benda yang bernilai dalam dompet ini. Aku takut tidak sesuai dengan anggaran yang sebelumnya telah disepakati bersama.

Ternyata benar, ada yang kurang, ya….. bisa dikatakan lumayan banyak lah, para rekanku membantu mencari jalan keluar. Mencari nota kesana kemari, kebetulan antara seksi dan ibu bendahara ada konflik gtu, yang membuat kebersamaan menjadi sedikit kacau. Dan sampai saat ini, ucapan terima kasih kepada sponsor belum aku garap, karena terlalu banyak istirahat dan sedikit bersenang-senang.

Diluar dari itu semua, aku sangat berterima kasih sebesar-besarnya, dari hati yang paling dalam, kepada HMJTI STMIK AKAKOM Yogyakarta, yang telah memberiku pelajaran, pengalaman, kepercayaan, rasa kekeluargaan dan masih banyak yang lainnya, yang akan terukir manis dalam sudut hati ini. Karna di HMJTI aku tidak kesepian, hal-hal baru yang banyak kudapatkan. Hanya di HMJTI aku bisa mengenal pentingnya tanggung jawab, besarnya tanggung jawab, indahnya tanggung jawab, sebab aku nggak ingin karena duit hubungan dengan seseorang menjadi renggang.

Aku rindu kelasku, tugasku, papan putih, OHP, teman-teman sekelasku. Maafkan aku, karena aku beberapa waktu lalu sedikit melupakanmu. Aku sedikit melupakan kewajibanku sebagai mahasiswa, yang sudah penulis katakan sebelumnya diatas. Aku sedikit mengambil jalan diluar pembatas jalan, sehingga sering menghadapi kerikil-kerikil kecil, yang membuatku tertatih-tatih menempuh perjalanan. Aku tidak peduli dengan “kerikil” yang ada, aku nggak mau “kerikil” membuat diriku keluar lebih jauh dari jalan yang ada, hingga nanti terjerumus dalam jurang. Tidak sedikit orang yang kehilangan jalan dan tujuan hidupnya, lantaran duri-duri kecil yang menyita banyak waktu dan perhatatiannya. Aku nggak mau masalah kecil dibesar-besarkan, yang membuat tujuanku tidak tercapai. yang namanya masalah pasti ada jalan keluarnya, tetapi jalan keluar yang mana?? Disinilah peran seseorang mengambil keputusan.

Tulisan ini hanyalah keluh dan kesal penulis semata, apabila ada yang tersinggung, ya…… terserah. Halaman ini hanya bisa diedit oleh penulis, klo tersinggung ya.. maaf-maaf aj…..!!! :op

ivan

Advertisements

13 thoughts on “ABDW HMJTI AKAKOM……

  1. hick,,,hick,,,aduh kecian bener adekku yang malang??
    hem,,,jgn sedih donk,,tunjukkan kejantananmu jgn loyo jadi cow. yakin aja, “Experience is The BesT TeaCheR” suatu saat semua itu pasti berguna meskipun sekarang terasa pahit ‘n menyakitkan key,,,,^_^.
    soriii,,,baru sempet sekarang buka blogna, kan sama2 sibuk, he,,,he,,,

  2. Tanggung jawab adalah tanggung jawab, tanggung jawab pada orang tua beda dengan tanggung jawab pada perkerjaan. kamu boleh bilang apa saja tentang kamu, tapi ingat yang menilai tentang dirimu adalah orang lain… kamu sadar gak apa udah tanya ama temen2mu kmu itu sifatnya seperti apa… HAH..!!

    Mau tau sifat yang paling mencolok pada mu “KERAS KEPALA”
    kamu bisa lakuin yang kamu anggap benar tapi belum tentu yang lain demikian..
    Saranq -> Pandai2 jaga sikap,kurangi keras kepalamu itu..

    OK..

    Chayooo aja buatmu..
    Terus Berjuang..

    =xY=

  3. @xeyran: kwakakakakakakakakak, kayaknya ad yang tersinggung neh…. jangan maen belakang Oms… qta ver aj, OK

    Saranq -> Jangan suka nyari kesalahan org laen deh….. OK

    btw, seperti katanya ****y “orang yang sukses biasanya org yang berbeda” jadi buat aku “Be Your Self Aja Broww….” jangan ikut arus…………

    @eenx: mash jlrk boz, coz kmaren lagi ngebet-ngebetnya blajar nulis…… hehehehehehe

    • pasti itu, kan udah ada tu diatas… hehehe dan pengalama2 seperti demiakian mungkin anda rasakan jg….. 🙂

      warm regards

      huzaifah a.k.a ivan a.k.a vian_qu a.k.a silverx

  4. suasana2 seperti itu yang terkadang buat kita kangen ketika kita tidak lagi berada d suasana yang dulu.

    semua na tak ada yang sia2, banyak pelajaran yang kita dapat..
    ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s